Doa & Bacaan

16 bacaan manasik · dengan audio

ب

Mina

Niat Haji

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ حَجًّا

Labbaika Allaahumma hajjan

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk berhaji.”

Talbiyah

HR Bukhari & Muslim

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ

Labbaika Allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, laa syariika lak.

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

Dzikir di Mina

QS Al-Baqarah: 203

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْدُوْدَاتٍ

Wadzkurullaaha fii ayyaamin ma'duudaat.

“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”

Catatan: Tidak ada doa khusus di Mina. Yang dicontohkan: pada 8 Dzulhijjah memperbanyak talbiyah, dan pada hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah) memperbanyak takbir dan dzikir, sebagaimana perintah ayat ini. Berdoalah dengan doa kebaikan dunia dan akhirat.

Arafah

Dzikir Arafah

HR Tirmidzi

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.

“Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Catatan: Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik dzikir yang diucapkan para nabi adalah kalimat ini.

Takbir

Atsar Ibnu Mas'ud (HR Ibnu Abi Syaibah)

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar Allaahu akbar, wa lillaahil-hamd.

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, dan segala puji bagi Allah.”

Catatan: Saat menuju dan berada di Arafah, sebagian sahabat bertalbiyah dan sebagian bertakbir, dan Nabi ﷺ tidak mengingkarinya (HR Bukhari & Muslim). Takbir ini juga dibaca pada hari-hari tasyrik di Mina.

Muzdalifah

Dzikir di Muzdalifah (Masy'aril Haram)

HR Muslim · QS Al-Baqarah: 198

اللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.

“Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Catatan: Setelah shalat Subuh di Muzdalifah, Nabi ﷺ menghadap kiblat, lalu berdoa, bertakbir, bertahlil, dan mengesakan Allah sampai langit terang, sebelum matahari terbit. Allah berfirman: “Berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram.”

Melontar Jumrah

Takbir Melontar Jumrah

HR Bukhari

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

“Allah Mahabesar.”

Catatan: Diucapkan pada setiap lemparan, 7 kali di setiap jumrah. Cukup dengan takbir — itulah bacaan yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Doa Setelah Melontar Jumrah

QS Al-Baqarah: 201

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Catatan: Setelah melontar Jumrah Ula dan Wustha, Nabi ﷺ maju sedikit, menghadap kiblat, mengangkat tangan, lalu berdoa lama (HR Bukhari). Tidak ada lafaz khusus — boleh berdoa apa saja; doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Nabi ﷺ (HR Bukhari & Muslim). Setelah Jumrah Aqabah, langsung beranjak tanpa berhenti untuk berdoa.

Tawaf

Memulai Putaran Tawaf

بِسْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Bismillaahi wallaahu akbar

“Dengan nama Allah, dan Allah Mahabesar.”

Catatan: Dibaca setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad.

Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir

HR Muslim

سُبْحَانَ اللّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah, wal-hamdu lillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.

“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.”

Catatan: Kalimat yang paling dicintai Allah. Tidak ada bacaan khusus untuk setiap putaran tawaf — perbanyak dzikir ini dan doa apa saja. Kalimat ini juga baik dibaca saat wukuf di Arafah.

Antara Rukun Yamani & Hajar Aswad

HR Abu Dawud

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Sa'i

Mendekati Bukit Shafa

QS Al-Baqarah: 158 · HR Muslim

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللّٰهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللّٰهُ بِهِ

Innash-shafaa wal-marwata min sya'aa'irillaah, faman hajjal-baita awi'tamara falaa junaaha 'alaihi an yaththawwafa bihimaa, wa man tathawwa'a khairan fa innallaaha syaakirun 'aliim. Abda'u bimaa bada'allaahu bih.

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai dengan apa yang Allah mulai.”

Catatan: Dibaca satu kali, ketika mendekati Shafa di awal sa'i, seperti yang dilakukan Nabi ﷺ.

Di Atas Shafa & Marwah, Menghadap Ka'bah

HR Muslim

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal-ahzaaba wahdah.

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah semata; Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan sekutu sendirian.”

Catatan: Naik ke Shafa sampai Ka'bah terlihat, menghadap kiblat, lalu baca dzikir ini dan berdoa di antaranya; diulang 3 kali. Hal yang sama dilakukan di atas Marwah.

Di Antara Dua Tanda Hijau

Atsar Ibnu Mas'ud & Ibnu Umar (HR Ibnu Abi Syaibah)

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Rabbighfir warham, innaka antal-a'azzul-akram.

“Ya Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah. Sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahamulia.”

Catatan: Di antara dua tanda (lampu) hijau, laki-laki berlari kecil dan perempuan berjalan biasa. Doa ini dibaca para sahabat Nabi ﷺ saat sa'i.

Tahallul

Saat Tahallul

Dari doa Nabi ﷺ (HR Bukhari & Muslim)

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِيْنَ وَالْمُقَصِّرِيْنَ

Allaahummaghfir lil-muhalliqiina wal-muqashshiriin.

“Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur rambutnya dan yang memendekkannya.”

Catatan: Tidak ada doa khusus yang diajarkan Nabi ﷺ ketika memotong rambut. Doa ini diambil dari doa Nabi ﷺ untuk jamaah yang mencukur dan memendekkan rambutnya.

Setelah Selesai Tahallul

HR Ibnu Majah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Alhamdulillaahil-ladzii bi ni'matihii tatimmush-shaalihaat.

“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan.”

Catatan: Diucapkan Nabi ﷺ ketika mendapati hal yang menyenangkan — untuk mensyukuri selesainya rangkaian manasik.

Teks dari Buku Panduan Al Akhyar Hajj Journey 2026, dipilih yang paling ringkas dan bersumber dari Al-Qur'an, hadits, dan amalan sahabat. Rekaman bacaan oleh ustadz Al Akhyar akan ditambahkan bila sudah tersedia.