Bab 1SEBELUM KENABIAN

Nasab Mulia dan Kelahiran di Tahun Gajah

Makkah · Tahun Gajah · Hari Senin, bulan Rabi'ul Awwal1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Pada suatu masa, penduduk Makkah menyaksikan peristiwa yang tidak akan pernah mereka lupakan. Abrahah, penguasa dari Yaman, datang membawa pasukan gajah yang besar untuk menghancurkan Ka'bah. Namun Allah membinasakan mereka dengan burung-burung ababil, yang melempari pasukan itu dengan batu dari tanah yang terbakar. Karena peristiwa inilah, tahun itu dikenal sebagai Tahun Gajah.

Dan di tahun yang penuh tanda kebesaran Allah itulah, pada hari Senin di bulan Rabi'ul Awwal, lahir seorang bayi mulia di kota Makkah. Dialah Muhammad, putra Abdullah, putra Abdul Muththalib, dari suku Quraisy, keturunan Nabi Ismail.

Ayah beliau, Abdullah, telah wafat ketika beliau masih di dalam kandungan ibunya, Aminah binti Wahb. Maka beliau lahir sebagai anak yatim, diasuh penuh kasih sayang oleh ibunya dan kakeknya, Abdul Muththalib.

Nasab beliau yang mulia adalah hikmah dari Allah. Bahkan musuh-musuh beliau pun tidak pernah mampu mencela keturunan beliau sedikit pun. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allah telah memilih Quraisy dari keturunan Ismail, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilih beliau dari Bani Hasyim.

Itulah awal kisah manusia terbaik yang pernah lahir ke dunia.

  • Lahir: hari Senin, bulan Rabi'ul Awwal, Tahun Gajah, di kota Makkah (kesepakatan ulama)
  • Nama lengkap: Abul Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim — Quraisy, keturunan Nabi Ismail
  • Ayah beliau wafat saat beliau masih dalam kandungan
  • Ibu beliau: Aminah bintu Wahb dari Bani Zuhrah

Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari putra Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim." (HR. Muslim no. 2276)

Tentang hari Senin, beliau ﷺ ditanya mengenai puasa hari Senin, lalu menjawab: "Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus (atau diturunkan wahyu kepadaku)." (HR. Muslim no. 1162)

  1. 1Allah menjaga Ka'bah dan mempersiapkan kelahiran Nabi-Nya dengan tanda-tanda kebesaran — tidak ada yang mampu melawan kehendak Allah.
  2. 2Kemuliaan nasab adalah nikmat, tetapi yang mengangkat derajat manusia di sisi Allah adalah iman dan takwa.

Hari, bulan, tahun, dan kota kelahiran Nabi ﷺ disepakati ulama. Adapun tanggalnya diperselisihkan: ada yang berpendapat 2, 8, 9, 10, atau 12 Rabi'ul Awwal. Syaikh Abdur Razzaq al-Badr menjelaskan bahwa perbedaan ini menjadi salah satu dalil yang disebutkan para ulama bahwa hari kelahiran Nabi tidak memiliki amalan syar'i khusus — sebab jika ada amalan yang disyariatkan, niscaya tanggalnya akan terjaga tanpa perselisihan.

Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80