
Putra-Putri Nabi ﷺ
Nabi dikaruniai tiga putra dan empat putri. Semuanya lahir dari Khadijah, kecuali Ibrahim, yang lahir dari Mariyah.
Para putranya: Al-Qasim, yang dengannya beliau berkunyah Abul Qasim. Abdullah, yang digelari ath-Thayyib dan ath-Thahir. Dan Ibrahim, yang lahir di Madinah, wafat saat masih bayi, bertepatan dengan gerhana matahari. Saat itu Nabi menegaskan, bahwa gerhana tidak terjadi karena kematian seseorang.
Para putrinya: Zainab, yang putrinya pernah digendong Nabi saat shalat. Ruqayyah, istri Utsman bin Affan, yang wafat bertepatan dengan Perang Badar. Ummu Kultsum, yang dinikahi Utsman setelah wafatnya Ruqayyah, sehingga Utsman digelari Dzun Nurain, pemilik dua cahaya. Dan Fathimah, istri Ali bin Abi Thalib, ibunda Hasan dan Husain, dua cucu kesayangan Nabi.
Ketahuilah: semua putra-putri beliau wafat mendahului beliau, kecuali Fathimah, yang wafat sekitar enam bulan setelahnya. Betapa banyak duka yang beliau pikul. Namun beliau tetap menjadi hamba yang paling bersabar dan paling bersyukur.
Beliau adalah teladan bagi setiap orang tua yang kehilangan.
- 3 putra: al-Qasim, Abdullah, Ibrahim · 4 putri: Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah
- Semua dari Khadijah, kecuali Ibrahim dari Mariyah
- Semua wafat mendahului beliau kecuali Fathimah (± 6 bulan setelah beliau)
- Utsman = Dzun Nurain karena menikahi dua putri Nabi
Lihat kitab Tasmiyah Azwaji an-Nabi wa Auladihi karya Ma'mar bin Mutsanna (rujukan Ringkasan Sirah Nabi ﷺ).
- 1Nabi kehilangan hampir seluruh anaknya semasa hidup — beliau teladan kesabaran bagi setiap orang tua yang berduka.
- 2Kasih sayang kepada anak dan cucu adalah sunnah; beliau menggendong cucunya bahkan dalam shalat.