
Mukjizat dan Kekhususan Nabi ﷺ
Allah menganugerahi Nabi-Nya berbagai mukjizat. Dan mukjizat yang terbesar, yang abadi hingga akhir zaman, adalah Al-Qur'an. Tidak seorang pun mampu membuat yang semisalnya.
Selain itu, ada peristiwa Isra' dan Mi'raj. Ada terbelahnya bulan menjadi dua, ketika kaum Quraisy meminta tanda kebesaran Allah. Ada air yang memancar dari sela jari-jari beliau, hingga cukup untuk berwudhu satu pasukan. Ada makanan sedikit yang menjadi banyak. Dan kabar-kabar tentang masa depan, yang satu per satu terbukti benar.
Beliau juga memiliki kekhususan di akhirat: Syafaat 'Uzhma, syafaat terbesar di hari kiamat. Telaga al-Kautsar, yang siapa meminum airnya tidak akan haus selamanya. Dan beliau diutus untuk seluruh umat manusia, bukan untuk satu kaum saja.
Di dalam Al-Qur'an, Allah tidak memanggil beliau dengan namanya secara langsung, sebagaimana nabi-nabi yang lain. Allah memanggilnya dengan panggilan kemuliaan: wahai Nabi. Wahai Rasul.
Dan mukjizat terbesar itu, masih kita baca setiap hari. Al-Qur'anul Karim.
- Mukjizat terbesar: Al-Qur'an
- Mukjizat lain: Isra' Mi'raj, terbelahnya bulan, air dari sela jari
- Kekhususan: Syafaat 'Uzhma, Telaga al-Kautsar, diutus untuk seluruh manusia, pengikut terbanyak
Terbelahnya bulan: QS. Al-Qamar: 1 dan hadits Muttafaq 'alaih. Rincian kekhususan: lihat Ghayatus Suul fi Khashaish ar-Rasul (Ibnul Mulaqqin) dan Al-Jami' fil Khashaish (Syaikh Musa al-'Azimi).
- 1Mukjizat menegaskan kebenaran risalah; dan mukjizat terbesar itu masih kita baca setiap hari — Al-Qur'an.
- 2Meneliti keabsahan riwayat adalah bagian dari memuliakan Nabi; tidak semua yang dinisbatkan kepada beliau itu benar.