Pos 4 · Jamarat

10 – 13 Dzulhijjah

Ilustrasi Jamarat
10 – 13 Dzulhijjah

Area Jamarat (lihat peta)

±10 menit · bergiliran

Ada tiga jumrah: Ula, Wustha, dan Aqabah. Pada 10 Dzulhijjah jamaah melontar Jumrah Aqabah 7 kali. Pada hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) jamaah melontar ketiganya, masing-masing 7 kali, dengan bacaan "Allaahu akbar" pada setiap lemparan.

Melontar jumrah mengingatkan kita pada Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang menolak godaan setan.

Dalam simulasi hari ini, ketiga jumrah digabung dalam satu kali jalan.

Takbir Melontar Jumrah

HR Bukhari

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

“Allah Mahabesar.”

Catatan: Diucapkan pada setiap lemparan, 7 kali di setiap jumrah. Cukup dengan takbir — itulah bacaan yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Doa Setelah Melontar Jumrah

QS Al-Baqarah: 201

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Catatan: Setelah melontar Jumrah Ula dan Wustha, Nabi ﷺ maju sedikit, menghadap kiblat, mengangkat tangan, lalu berdoa lama (HR Bukhari). Tidak ada lafaz khusus — boleh berdoa apa saja; doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Nabi ﷺ (HR Bukhari & Muslim). Setelah Jumrah Aqabah, langsung beranjak tanpa berhenti untuk berdoa.

Praktik hari ini

  • Urutan Ula → Wustha → Aqabah, masing-masing 7 batu (total 21 batu).
  • Ucapkan "Allahu Akbar" setiap melempar.

Tips keselamatan

  • • Melempar dari garis batas berjarak ±2 meter dari tiang.
  • • Lemparan pelan atau dari tangan bawah — jangan ke arah teman.
  • • Tidak boleh ada orang di sekitar tiang selama pelemparan; satu baris maksimal 10 siswa per tiang.