Takbir Melontar Jumrah
HR Bukhari
اللّٰهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar
“Allah Mahabesar.”
Catatan: Diucapkan pada setiap lemparan, 7 kali di setiap jumrah. Cukup dengan takbir — itulah bacaan yang dicontohkan Nabi ﷺ.
10 – 13 Dzulhijjah
Area Jamarat (lihat peta)
±10 menit · bergiliran
Ada tiga jumrah: Ula, Wustha, dan Aqabah. Pada 10 Dzulhijjah jamaah melontar Jumrah Aqabah 7 kali. Pada hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) jamaah melontar ketiganya, masing-masing 7 kali, dengan bacaan "Allaahu akbar" pada setiap lemparan.
Melontar jumrah mengingatkan kita pada Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang menolak godaan setan.
Dalam simulasi hari ini, ketiga jumrah digabung dalam satu kali jalan.
HR Bukhari
اللّٰهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar
“Allah Mahabesar.”
Catatan: Diucapkan pada setiap lemparan, 7 kali di setiap jumrah. Cukup dengan takbir — itulah bacaan yang dicontohkan Nabi ﷺ.
QS Al-Baqarah: 201
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Catatan: Setelah melontar Jumrah Ula dan Wustha, Nabi ﷺ maju sedikit, menghadap kiblat, mengangkat tangan, lalu berdoa lama (HR Bukhari). Tidak ada lafaz khusus — boleh berdoa apa saja; doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Nabi ﷺ (HR Bukhari & Muslim). Setelah Jumrah Aqabah, langsung beranjak tanpa berhenti untuk berdoa.