Pos 3 · Muzdalifah

Malam 10 Dzulhijjah

Ilustrasi Muzdalifah
Malam 10 Dzulhijjah

Area hijau

±8 menit · bergiliran per kloter

Setelah matahari terbenam pada 9 Dzulhijjah, jamaah bergerak dari Arafah ke Muzdalifah, menjamak shalat Magrib dan Isya, lalu bermalam (mabit) di sana.

Di Muzdalifah jamaah mengumpulkan batu kerikil kecil untuk melontar jumrah.

Dzikir di Muzdalifah (Masy'aril Haram)

HR Muslim · QS Al-Baqarah: 198

اللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.

“Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Catatan: Setelah shalat Subuh di Muzdalifah, Nabi ﷺ menghadap kiblat, lalu berdoa, bertakbir, bertahlil, dan mengesakan Allah sampai langit terang, sebelum matahari terbit. Allah berfirman: “Berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram.”

Praktik hari ini

  • Siswa SMP dan SMA memungut sendiri 21 batu yang sudah disebar panitia di area hijau, lalu memasukkannya ke kantong klip.
  • Siswa TK B dan SD membawa 21 batu kerikil dari rumah, disimpan di tas serut — di pos ini cukup memperagakan memungut batu.

Tips keselamatan

  • • Simpan kantong batu di tas serut agar tidak tercecer.
  • • Batu hanya dilempar di pos Jamarat.