Bab 10PERIODE MAKKAH

Pemboikotan, Tahun Kesedihan, dan Dakwah ke Thaif

Makkah – Thaif · Usia 47–50 tahun1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Gagal menghentikan dakwah dengan siksaan, Quraisy menempuh cara yang lebih kejam: memboikot seluruh keluarga besar Nabi. Tidak boleh berjual beli, tidak boleh menikah, tidak boleh bergaul dengan mereka. Selama sekitar tiga tahun, kaum muslimin terkurung di lembah, sampai memakan dedaunan karena lapar.

Tidak lama setelah boikot berakhir, datanglah tahun yang paling berat. Dua pelindung terbesar beliau wafat: pamannya, Abu Thalib, lalu istri tercintanya, Khadijah. Tahun itu dikenang sebagai 'Amul Huzni, Tahun Kesedihan.

Beliau lalu berjalan ke kota Thaif, berharap penduduknya menerima dakwah. Namun mereka justru menolak dengan hinaan, dan melempari beliau dengan batu hingga kaki beliau berdarah.

Malaikat penjaga gunung datang menawarkan untuk menimpakan dua gunung kepada penduduk Thaif. Namun dengarlah jawaban beliau: "Justru aku berharap, Allah mengeluarkan dari keturunan mereka, orang-orang yang menyembah Allah semata."

Subhanallah. Membalas keburukan dengan doa kebaikan. Itulah puncak akhlak. Dan doa itu terbukti: penduduk Thaif kemudian menjadi kaum muslimin.

  • Pemboikotan Bani Hasyim & Bani Muththalib: ± 3 tahun di syi'b Abu Thalib
  • Usia 49 tahun: 'Amul Huzni — wafatnya Abu Thalib dan Khadijah
  • Dakwah ke Thaif ditolak dengan lemparan batu; beliau menolak tawaran malaikat gunung dan justru mendoakan keturunan mereka
  • Usia 50 tahun: masuk Islamnya jin Nashibin; menikahi Saudah; akad dengan Aisyah

Kisah Thaif dan malaikat gunung: HR. Bukhari no. 3231 dan Muslim no. 1795. Kisah jin yang beriman diabadikan Allah dalam QS. Al-Ahqaf: 29–32 dan surat Al-Jinn.

  1. 1Ujian bertubi-tubi tidak membuat Nabi berputus asa dari rahmat Allah.
  2. 2Membalas keburukan dengan doa kebaikan adalah puncak akhlak — dan doa itu terbukti: penduduk Thaif kelak menjadi muslim.
Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80