Bab 11PERIODE MAKKAH

Isra' dan Mi'raj

Masjidil Haram – Masjidil Aqsha – Sidratul Muntaha · Usia 51 tahun1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Setelah kesedihan yang bertubi-tubi, Allah menghibur Nabi-Nya dengan perjalanan paling agung dalam sejarah manusia. Dalam satu malam, beliau diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Itulah Isra'.

Kemudian beliau dinaikkan menembus langit demi langit, hingga Sidratul Muntaha, bertemu para nabi. Itulah Mi'raj. Di sanalah beliau menerima langsung dari Allah kewajiban shalat lima waktu. Satu-satunya ibadah yang diwajibkan langsung di atas langit.

Paginya, kaum Quraisy tertawa terbahak-bahak mendengar kabar itu. Mereka mendatangi Abu Bakar, berharap ia goyah. Namun jawaban Abu Bakar tegas: "Kalau memang Muhammad yang mengabarkannya, pastilah dia benar. Aku pasti membenarkannya, bahkan untuk yang lebih dari itu."

Sejak itulah Abu Bakar digelari ash-Shiddiq. Orang yang selalu membenarkan.

Shalat adalah hadiah istimewa langsung dari Allah. Maka jangan pernah kita menyia-nyiakannya.

  • Usia 51 tahun: peristiwa Isra' Mi'raj
  • Isra' = Masjidil Haram → Masjidil Aqsha; Mi'raj = naik ke Sidratul Muntaha
  • Oleh-oleh terbesar: kewajiban shalat 5 waktu
  • Abu Bakar mendapat gelar ash-Shiddiq

Allah berfirman: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha…" (QS. Al-Isra': 1). Para pakar hadits menegaskan bahwa hadits-hadits Isra' Mi'raj mencapai derajat mutawatir. Kisah pembenaran Abu Bakar: riwayat al-Hakim, dishahihkan al-Albani (ash-Shahihah no. 306).

  1. 1Shalat adalah hadiah istimewa langsung dari Allah — jangan pernah menyia-nyiakannya.
  2. 2Iman sejati membenarkan kabar Allah dan Rasul-Nya meski akal belum menjangkaunya.

Di antara pelajaran aqidah terpenting dari Isra' Mi'raj menurut aqidah salaf: Allah Maha Tinggi di atas langit, dan peristiwa luar biasa ini wajib diterima sesuai makna aslinya — bantahan bagi kaum filsafat yang mengingkarinya dengan alasan "tidak masuk akal", padahal hal itu tidaklah mustahil bagi Allah (Fathul Bari 7/204–205).

Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80