
Membangun Masyarakat Madinah
Di Madinah, Nabi segera meletakkan fondasi masyarakat Islam. Yang pertama beliau bangun adalah masjid. Masjid Quba di pinggiran kota, lalu Masjid Nabawi di pusat Madinah. Masjid menjadi pusat ibadah, pusat ilmu, dan pusat pemerintahan.
Langkah kedua sungguh menakjubkan: beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin yang datang dari Makkah, dengan kaum Anshar penduduk Madinah. Kaum Anshar berlomba berbagi harta dan rumah dengan saudara baru mereka.
Sa'ad bin Rabi' bahkan menawarkan setengah hartanya kepada Abdurrahman bin Auf. Namun Abdurrahman menjawab dengan penuh harga diri, "Semoga Allah memberkahi harta dan keluargamu. Cukup tunjukkan kepadaku, di mana pasar." Ia memilih bekerja, dan Allah memberkahi perdagangannya.
Pada tahun ini pula, adzan mulai disyariatkan sebagai panggilan shalat. Suara adzan pertama dikumandangkan oleh Bilal, mantan budak yang dahulu disiksa karena mempertahankan imannya.
Peradaban Islam dibangun dari masjid dan persaudaraan. Bukan dari istana dan harta.
- Tahun 1 H: membangun Masjid Quba dan Masjid Nabawi
- Mempersaudarakan Muhajirin–Anshar; perjanjian dengan Yahudi Madinah
- Adzan disyariatkan
- Shalat disempurnakan jumlah raka'atnya bagi selain musafir
Kisah persaudaraan Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Rabi': HR. Bukhari no. 2048.
- 1Peradaban Islam dibangun dari masjid dan persaudaraan, bukan dari istana dan harta.
- 2Ukhuwah sejati itu memberi tanpa diminta, dan menjaga harga diri dengan bekerja.