Bab 16PERIODE MADINAH

Perang Badar al-Kubra

Lembah Badar · Ramadhan 2 H (usia 55 tahun)1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Di bulan Ramadhan tahun kedua Hijriyah, terjadilah pertempuran besar pertama antara iman dan kekufuran. Kaum muslimin berjumlah sekitar tiga ratus sepuluh orang, dengan perlengkapan seadanya. Sedangkan pasukan Quraisy berjumlah sekitar seribu orang, bersenjata lengkap. Mereka bertemu di lembah Badar.

Malam sebelum perang, Nabi terus bermunajat, mengangkat kedua tangannya hingga selendang beliau terjatuh. "Ya Allah, tunaikanlah apa yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan ini binasa, Engkau tidak akan disembah lagi di bumi."

Allah menurunkan pertolongan-Nya. Seribu malaikat turun berlapis-lapis membantu kaum mukminin. Pasukan Quraisy porak-poranda. Tokoh-tokoh kezaliman seperti Abu Jahal tewas di medan perang.

Kaum muslimin meraih kemenangan gemilang, yang mengokohkan wibawa Islam di seluruh jazirah Arab. Al-Qur'an menyebut hari itu Yaumul Furqan, hari pembeda antara yang benar dan yang batil.

Kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah. Kemenangan datang dari pertolongan Allah, bagi hamba-hamba yang bertakwa.

  • Ramadhan 2 H: Perang Badar al-Kubra — ± 310-an muslimin vs ± 1.000 Quraisy
  • Allah menurunkan 1.000 malaikat (QS. Al-Anfal: 9)
  • Tokoh kekufuran yang tewas: Abu Jahal
  • Perang-perang lain tahun 2 H: Abwa', Buwath, 'Usyairah, Badar pertama, Sawiq

Doa Nabi di malam Badar diriwayatkan dari Umar bin Khaththab (HR. Muslim no. 1763). Allah berfirman: "(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkanmu: 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.'" (QS. Al-Anfal: 9)

  1. 1Kemenangan bukan karena jumlah, melainkan karena pertolongan Allah bagi hamba yang bertakwa.
  2. 2Doa adalah senjata orang beriman — bahkan Rasulullah pun bermunajat semalaman.
Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80