
Tahun-Tahun Ujian: Ar-Raji', Bir Ma'unah, dan Bani Nadhir
Setelah Uhud, kaum muslimin diuji dengan pengkhianatan yang memilukan. Dalam tragedi Ar-Raji', beberapa sahabat yang diutus mengajarkan Islam dikhianati dan dibunuh. Di antaranya Khubaib bin Adi, yang syahid dengan tenang setelah meminta shalat dua rakaat.
Menyusul tragedi Bir Ma'unah. Sekitar tujuh puluh sahabat penghafal Al-Qur'an, yang diundang untuk berdakwah, justru dibantai. Nabi sangat berduka, hingga beliau melakukan qunut nazilah selama satu bulan penuh.
Pada tahun itu pula, kaum Yahudi Bani Nadhir berkhianat dan berencana membunuh Nabi, sehingga mereka diusir dari Madinah.
Namun di tengah tahun-tahun ujian ini, Allah menurunkan berbagai kemudahan syariat: shalat khauf dalam keadaan perang, shalat qashar bagi musafir, serta tayammum bagi yang tidak menemukan air.
Dakwah memang memiliki harga. Para penghafal Al-Qur'an itu gugur dalam tugas yang paling mulia. Dan bahkan dalam perang dan perjalanan, shalat tidak pernah gugur. Islam memberi keringanan, bukan pembebasan.
- Tahun 4 H: tragedi Ar-Raji' dan Bir Ma'unah (± 70 qurra' syahid) → qunut nazilah sebulan
- Bani Nadhir diusir dari Madinah karena berkhianat
- Syariat baru: shalat khauf, qashar, ayat hijab, tayammum
Kisah Bir Ma'unah dan qunut sebulan: HR. Bukhari no. 4088 dan Muslim no. 677.
- 1Dakwah memiliki harga; para qurra' gugur dalam tugas paling mulia — mengajarkan Al-Qur'an.
- 2Bahkan dalam perang dan safar, shalat tak pernah gugur — Islam memberi keringanan, bukan pembebasan.