Bab 19PERIODE MADINAH

Perang Khandaq dan Bani Quraizhah

Madinah · Tahun 5 H (usia 58 tahun)1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Pada tahun kelima Hijriyah, kekufuran bersatu-padu. Quraisy, kabilah-kabilah Arab, dan kaum Yahudi bersekutu mengepung Madinah dengan sepuluh ribu pasukan.

Atas usulan sahabat Salman al-Farisi, kaum muslimin menggali parit raksasa di sisi utara Madinah. Strategi yang belum pernah dikenal bangsa Arab. Nabi ikut menggali, mengangkat tanah hingga debu menutupi perut beliau, sambil melantunkan doa dan syair penyemangat.

Pengepungan berlangsung berminggu-minggu, dalam lapar dan dingin. Ujian bertambah ketika Bani Quraizhah, yang terikat perjanjian membela Madinah, justru berkhianat dari dalam.

Pada puncaknya, Allah mengirim angin topan yang dingin, memporak-porandakan kemah pasukan sekutu, hingga mereka pulang dengan tangan hampa. Setelah itu, kaum muslimin menghukum pengkhianatan Bani Quraizhah.

Lihatlah, Islam terbuka menerima ide yang baik dari mana pun. Strategi parit datang dari Salman, seorang sahabat dari negeri Persia. Dan pertolongan Allah selalu datang bagi orang-orang yang bersabar.

  • Tahun 5 H: Perang Khandaq/Ahzab — 10.000 pasukan sekutu vs Madinah
  • Strategi parit: usulan Salman al-Farisi
  • Allah menolong dengan angin topan; sekutu bubar tanpa hasil
  • Bani Quraizhah dihukum karena berkhianat; peristiwa ifk → Aisyah dibersihkan oleh wahyu (QS. An-Nur)

QS. Al-Ahzab: 25. Doa Nabi saat Ahzab: "Ya Allah yang menurunkan Kitab, yang cepat hisab-Nya, kalahkanlah pasukan sekutu…" (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. 1Islam terbuka menerima ide baik dari mana pun — strategi parit datang dari Salman, orang Persia.
  2. 2Kesucian nama baik seorang mukmin sangat berharga; menuduh tanpa bukti adalah dosa besar.
Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80