Bab 22PERIODE MADINAH

Perang Khaibar dan Umrah Qadha'

Khaibar – Makkah · Tahun 7 H (usia 60 tahun)1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Khaibar adalah benteng-benteng kokoh kaum Yahudi di utara Madinah, yang terus menyulut permusuhan terhadap Islam. Pada awal tahun ketujuh Hijriyah, Nabi memimpin pasukan untuk menaklukkannya.

Malam sebelum penaklukan benteng terkuat, beliau bersabda, "Sungguh besok akan kuserahkan bendera ini kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya." Malam itu, semua sahabat berharap merekalah orangnya.

Ternyata, bendera diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib. Dan Allah memenangkan kaum muslimin melalui tangannya.

Seusai perang, seorang wanita Yahudi menghadiahkan daging kambing yang telah diberi racun kepada Nabi. Namun Allah menjaga beliau: daging itu memberitahukan bahwa dirinya beracun.

Pada masa Khaibar ini pula, datang seorang pemuda dari Yaman yang masuk Islam, lalu tidak pernah berpisah dari Nabi. Dialah Abu Hurairah, sahabat yang kelak paling banyak meriwayatkan hadits.

Pada bulan Dzulqa'dah, sesuai isi perjanjian, kaum muslimin akhirnya memasuki Makkah dengan damai, menunaikan Umrah Qadha', pengganti umrah yang tertunda tahun sebelumnya.

Kedudukan yang mulia diraih dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Bukan dengan meminta-minta jabatan.

  • Awal tahun 7 H: Perang Khaibar; pembawa bendera penakluk: Ali bin Abi Thalib
  • Abu Hurairah masuk Islam; Nabi diberi hadiah daging beracun namun Allah menjaganya
  • Diharamkan: nikah mut'ah dan daging keledai jinak
  • Dzulqa'dah 7 H: Umrah Qadha'

Hadits bendera Khaibar untuk Ali: HR. Bukhari no. 3701 dan Muslim no. 2406.

  1. 1Kedudukan mulia diraih dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan dengan meminta jabatan.
  2. 2Allah menjaga Nabi-Nya dari segala makar — dan Dia pun menjaga hamba yang bertawakal.
Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80