Bab 3SEBELUM KENABIAN

Perjalanan ke Syam dan Pendeta Bahira

Makkah – Bushra (Syam) · Usia 12 tahun1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Saat Muhammad muda berusia dua belas tahun, pamannya Abu Thalib mengajaknya ikut kafilah dagang ke negeri Syam. Ketika rombongan sampai di kota Bushra, seorang pendeta bernama Bahira memperhatikan anak muda ini dengan saksama. Ia mengenali tanda-tanda kenabian yang pernah ia baca dalam kitab-kitab terdahulu.

Bahira berkata kepada rombongan itu, "Ini adalah penghulu alam semesta. Allah akan mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam." Ketika ditanya dari mana ia tahu, Bahira menjawab, "Ketika kalian datang, tidak ada pohon dan batu kecuali bersujud. Dan mereka tidak bersujud kecuali kepada seorang Nabi."

Abu Thalib pun segera membawa keponakannya pulang, karena khawatir akan keselamatannya.

Beberapa tahun kemudian, beliau kembali pergi ke Syam untuk berdagang. Kali ini membawa barang dagangan milik seorang saudagar wanita yang mulia, Khadijah binti Khuwailid, ditemani pelayannya yang bernama Maisarah. Perdagangan itu menghasilkan keuntungan besar, dan Maisarah menyaksikan sendiri betapa jujur dan mulianya akhlak pemuda Makkah ini.

Kejujuran, anak-anakku, selalu mendatangkan keberkahan.

  • Usia 12 tahun: pergi ke Syam bersama paman beliau, Abu Thalib
  • Pendeta Bahira di Bushra mengenali tanda kenabian beliau
  • Perjalanan kedua ke Syam: membawa dagangan Khadijah, ditemani Maisarah

Kisah pendeta Bahira dishahihkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam al-Ishabah (1/293) dan Syaikh al-Albani dalam al-Misykah (5918).

  1. 1Kejujuran dalam berdagang mendatangkan keberkahan dan kepercayaan manusia.
  2. 2Kenabian Muhammad ﷺ telah dikabarkan dalam kitab-kitab umat terdahulu.
Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80