Bab 4SEBELUM KENABIAN

Pernikahan dengan Khadijah

Makkah · Usia 25 tahun1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Kabar tentang kejujuran dan akhlak mulia pemuda Muhammad sampai ke telinga Khadijah binti Khuwailid, saudagar wanita terhormat di Makkah. Kekaguman itu berbuah pinangan. Maka pada usia dua puluh lima tahun, beliau menikah dengan Khadijah, yang saat itu berusia empat puluh tahun.

Khadijah bukan sekadar istri. Ia adalah wanita bangsawan yang cerdas, dermawan, dan shalihah. Dialah pendukung setia beliau dalam suka dan duka. Dari pernikahan yang penuh berkah inilah lahir seluruh putra-putri Nabi, kecuali Ibrahim.

Kedudukan Khadijah sungguh istimewa di sisi Allah. Suatu hari, Malaikat Jibril datang menyampaikan salam dari Allah untuk Khadijah, dan memberinya kabar gembira: sebuah rumah di surga.

Bertahun-tahun setelah Khadijah wafat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih sering menyebut-nyebut kebaikannya. Begitulah cinta yang tumbuh di atas iman.

Pasangan terbaik adalah yang saling mendukung dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah.

  • Menikah dengan Khadijah bintu Khuwailid pada usia 25 tahun (Khadijah 40 tahun, pendapat masyhur)
  • Khadijah = istri pertama; Nabi tidak menikah dengan wanita lain sampai Khadijah wafat
  • Semua putra-putri Nabi lahir dari Khadijah, kecuali Ibrahim
  • Keutamaan Khadijah: mendapat salam dari Allah melalui Jibril dan kabar gembira surga

Tentang usia pernikahan, lihat Fathul Bari (7/134) dan Siyar A'lam an-Nubala' (2/109). Hadits salam Allah untuk Khadijah dan kabar gembira surga diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim.

  1. 1Pasangan hidup terbaik adalah yang mendukung kita dalam kebaikan dan kebenaran.
  2. 2Akhlak dan kejujuran lebih berharga daripada harta dalam membangun rumah tangga.
Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80