Bab 8PERIODE MAKKAH

Dakwah Terang-Terangan dan Siksaan Quraisy

Makkah · Usia 44 tahun ke atas1 menit baca
Dengarkan narasi
0:000:00
Ukuran huruf

Setelah tiga tahun, turunlah perintah Allah agar dakwah dilakukan terang-terangan. Nabi naik ke bukit Shafa dan menyeru seluruh kabilah Quraisy, mengajak mereka meninggalkan berhala dan menyembah Allah semata. Namun pamannya sendiri, Abu Lahab, menjawab dengan cacian.

Sejak itu, badai penindasan dimulai. Bilal bin Rabah ditindih batu besar di padang pasir yang membara. Namun lisannya terus berucap, "Ahad. Ahad." Allah Yang Maha Esa.

Keluarga Yasir disiksa dengan kejam, hingga Sumayyah, ibunda Ammar, gugur menjadi syahidah pertama dalam Islam. Nabi sendiri dihina dan disakiti, namun beliau tidak pernah berhenti berdakwah.

Suatu hari, sahabat Khabbab mengadu meminta agar Nabi berdoa memohon pertolongan. Beliau menjawab, bahwa orang-orang beriman sebelum mereka disiksa jauh lebih dahsyat, namun tetap teguh. Lalu beliau bersabda, "Demi Allah, sungguh Allah akan menyempurnakan agama ini. Tetapi kalian tergesa-gesa."

Iman yang sejati tidak bisa dikalahkan oleh siksaan.

  • Usia 44 tahun: mulai dakwah terang-terangan (jahriyyah)
  • Penyiksaan Quraisy: Bilal ("Ahad… Ahad"), keluarga Yasir; Sumayyah = syahidah pertama
  • Abu Lahab menentang; turun surat Al-Masad

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Khabbab: "Demi Allah, sungguh Allah akan menyempurnakan urusan ini hingga seorang penunggang berjalan dari Shan'a ke Hadramaut tidak takut kecuali kepada Allah… tetapi kalian tergesa-gesa." (HR. Bukhari no. 3612)

  1. 1Keteguhan iman Bilal dan keluarga Yasir mengajarkan: iman yang benar tidak bisa dibeli dengan siksaan.
  2. 2Kemenangan agama Allah itu pasti; tugas kita adalah sabar dan istiqamah, bukan tergesa-gesa.
Uji Pemahaman
5 soal · lulus di nilai 80